Wagub DKI Jakarta Dukung Pengembangan UMKM dan Kemajuan Pembayaran Digital

Bisnis Kabar Kabar Jakarta News Terkini
Ilustrasi geliat UMKM DKI Jakarta di Thamrin 10, Jakarta Pusat, yang difasilitasi Pemprov DKI Jakarta. Foto : Ist.
JAKARTA, KABAR.ID- Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menghadiri kegiatan Webinar yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta secara daring, di Jakarta Selatan, pada Selasa (22/02).
Dalam webinar itu, Wagub Ariza menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, serta peningkatan akseptasi pembayaran secara digital pada pelaku UMKM melalui berbagai upaya dan stimulus di bidang ekonomi.

“Kami insyaAllah sangat full support agar UMKM, khususnya di Jakarta, bisa terus berkembang dan maju. Pemprov DKI Jakarta terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu akses pemasaran bagi pelaku UMKM dengan memanfaatkan perkembangan teknologi melalui sistem daring atau online. Antara lain melalui program Gebetan UMKM yang merupakan akronim dari Gerakan Bersama Tanggap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Jumat Beli Lokal,” kata Ariza dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui, sendi-sendi perekonomian di Indonesia maupun Kota Jakarta paling terdampak di masa pandemi COVID-19, salah satunya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Menanggapi situasi ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya sekaligus memberikan stimulus agar bisnis UMKM di Jakarta kembali pulih, bangkit dan bisa mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.

Stimulus yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta itu tentunya disesuaikan pula dengan tantangan di era digital, di mana hadir berbagai tren perkembangan teknologi dan digital marketing yang luar biasa cepat dan semakin canggih. Setiap UMKM diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan usahanya, salah satunya dengan akseptasi pembayaran non tunai atau secara digital.

“Melalui Jakpreneur, UMKM di Jakarta didorong untuk bertemu dengan berbagai komunitas, dunia usaha, akademisi, dan warga lainnya. Setidaknya 120 kolaborator telah digandeng Pemprov DKI Jakarta dalam program Jakpreneur. Hasilnya, dari target mencetak 200.000 wirausaha baru selama kurun waktu 2017-2022, kini tercatat sudah 281.812 peserta terdaftar dalam program Jakpreneur,” jelasnya.

Selanjutnya, melalui stimulus berupa dukungan program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) UMKM, Pemprov DKI Jakarta juga telah membantu pemasaran UMKM melalui program e-order, promosi melalui media sosial Jakpreneur, penyediaan kios Jakpreneur, hingga akses permodalan. “Semoga semua itu bisa semakin meningkatkan upaya kita untuk membantu para pelaku UMKM di Jakarta,” tuturnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga bergerak cepat dengan memberikan solusi melalui KSBB Ketenagakerjaan. Melalui mekanisme ini, kolaborator dan masyarakat perlu bantuan difasilitasi, supply dan demand dipertemukan untuk saling memberikan kemudahan dalam mengatasi persoalan yang terjadi. Melalui KSBB Ketenagakerjaan ini juga direalisasikan pelatihan dan pembekalan keterampilan bagi pencari kerja dan juga UMKM.

“Sehingga, selain bisa menjadi bekal mencari pekerjaan, juga bisa menjadi modal berwirausaha yang pada akhirnya justru bisa membuka lapangan kerja baru. Terdapat 52 kolaborator dari swasta, yayasan, dan lain-lain yang memberikan 82 pelatihan dan berhasil membantu sebanyak 3.737 warga pencari kerja dan UMKM di Jakarta,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ariza menyampaikan bahwa tema webinar kali ini, yaitu ‘Borong Produk UMKM dengan Cara Bayar Kekinian. Tentu saja menjadi tema yang sangat penting dan dibutuhkan oleh para pelaku UMKM di Indonesia dalam rangka meningkatan penjualannya.

“Semoga penyelenggaraan webinar hari ini, mampu merumuskan dan mewujudkan kebijaka yang pro terhadap rakyat, khususnya bagi warga Jakarta,”tandasnya (Mutma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.