Mundurnya Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah dari Staf Khusus Presiden Sejalan Tuntutan Petisi Online - Kabar.id | Platform Berbagi Kabar

Post Top Ad

Mundurnya Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah dari Staf Khusus Presiden Sejalan Tuntutan Petisi Online

Mundurnya Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah dari Staf Khusus Presiden Sejalan Tuntutan Petisi Online

Share This
 
JAKARTA, KABAR.ID Mundurnya Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah menjawab tuntutan petisi change.org/EvaluasiStafsusPresiden yang sudah didukung 6000 lebih tandatangan.

Petisi ini diinisiasi oleh Kharis Subarkha, Koordinator Milenial Rebahan Anti Baper dan Peduli Bangsa. Dalam Petisi Kharis menekankan dua Staf Khusus Presiden, yakni Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah yang diduga terlibat konflik kepentingan.

Di petisi, Kharis menjelaskan Andi Taufan Garuda diduga menyalahgunakan wewenangnya ketika mengirim Surat dengan Kop Sekretariat Kabinet dengan Nomor : 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 Perihal Kerjasama relawan desa lawan COVID-19 kepada Camat seluruh indonesia dengan PT. Amartha Mikro Fintech. Kharis menyebut ini sebagai konflik kepentingan karena Andi Taufan Garuda adalah Founder PT. Amartha Mikro Fintech. 

Sementara nama Adamas Belva Syah juga diramaikan setelah kerjasama Kartu Pra Kerja dengan platform digital Skill Akademi Ruang Guru, dimana Ia sendiri sebagai foundernya. 

Kurang dari 2 minggu setelah Kharis memulai petisinya, kini sudah terjawab. Walau Presiden belum mengeluarkan pernyataan untuk melakukan evaluasi, kesadaran Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah untuk mundur dari jabatan Stafsus Presiden dianggap cukup menjawab tuntutan petisi. 

“Dua tuntutan kita terhadap Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara sudah terjawab. Terima kasih ya teman-teman, berkat dukungan kalian yang turut meramaikan tuntutan ini di media online, kedua staf khusus presiden tersebut akhirnya dengan sadar diri mengundurkan diri dari jabatannya,” tulis Kharis di petisi. 

Di akhir petisi Kharis mengajak publik terus mengingatkan Presiden agar tidak salah pilih lagi dalam memilih pembantunya terutama di lingkaran istana, sehingga tidak membuat gaduh dan bisa fokus membantu presiden sesuai dengan arahan serta aturan dan perintah Presiden. 

“Gelar dan karya dalam bentuk startup memang penting, tapi juga track record pemahaman soal kebijakan dalam pemerintahan, isu sosial, dan aktivis muda juga penting. Tentunya dengan seleksi dan fit and proper test yg ketat serta belajar dari kesalahan sebelumnya. Sekali lagi, terima kasih ya teman-teman. Jangan berhenti suarakan kebenaran untuk mendukung Pemerintahan yang bersih,” tandasnya (Wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad